Sabtu, 24 Desember 2016

Kantor Imigrasi Samarinda Amankan 12 WNA Cina

(Shutterstock)

Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda, Kalimantan Timur mengamankan 12 warga negara asing (WNA)berkewarganegaraan Cina, di lokasi proyek pembangunan PLTU Handil, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kepala Bidang Intelijen, Penindakan, Informasi dan Sarana Komunikasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kaltim, Kenedi di Samarinda, Kamis (22/12/2016) malam menyatakan ke-12 WNA berkewarganegaraan Cina itu diamankan karena tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian yang sah.
#Kantor Imigrasi Samarinda Amankan 12 WNA Cina  
"Mereka diamankan saat dilakukan pengecekan di lokasi pembangunan PLTU Handil, Muara Jawa, Kamis siang," kata Kenedi.
Lebih lanjut kata Kenedi, mereka diamankan dari dua perusahaan subkontraktor proyek pengerjaan pembangunan PLUT Handil.
Kenedi merinci, ke-12 WNA Cina itu, sebanyak 10 orang diamankan dari PT Indo Fudong Konstruksi, enam orang diantaranya dapat menunjukkan dokumen perjalanan yakni izin tinggal kunjungan, sementara empat orang, tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan.
"Informasi dari pihak perusahaan menyatakan, dokumen keempat orang itu masih dalam proses pengurusan perpanjangan izin tinggal kunjungan," ujarnya.
Dua WNA berkewarganegaraan Cina lainnya lanjut Kenedi, diamankan dari PT Xinhuo, juga menggunakan dokumen izin tinggal kunjungan.
"Kami masih akan mendalami kegiatan mereka di kawasan proyek pembangunan PLTU Handil tersebut. Jika didapati ada pelanggaran keimigrasian maka akan dilakukan pendeportasian," tegasnya.
"Dari data, mereka datang sejak 14 Oktober 2016 dan pernah diperpanjang selama satu kali sehingga izin mereka sampai 11 Januari 2017," ujarnya lagi.
Berdasarkan hasil pengawasan dan pendataan Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda kata Kenedi, jumlah tenaga kerja asing berkewarganegaraan Cina di kawasan proyek pembangunan PLTU Handil Muara Jawa sebanyak 65 orang.
Ke-65 WNA itu lanjut dia, sebanyak 37 orang bekerja di PT Sepco III dan 28 orang di PT Indo Fudong Konstruksi.
"Jadi, ke-65 WNA yang berada di dua perusahaan subkontraktor proyek pengerjaan PLTU Handil tersebut memiliki dokumen izin tinggal terbatas sehingga boleh bekerja. Sementara, ke-12 WNA yang diamankan itu, masuk secara ilegal dengan menggunakan ijin tinggal kunjungan. Inilah yang sedang kami dalami,"
#Kantor Imigrasi Samarinda Amankan 12 WNA Cina  

Kota Bima Diterjang Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan 14 Hari

Kota Bima Diterjang Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan 14 Hari 
Hujan yang melanda Kota Bima dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini menyebabkan debit Sungai Paruga meluap dan menggenangi permukiman warga. Daerah yang terlanda banjir kembali adalah di Jatiwangi, Rabasalo, Paruga, Tanjung dan Dara.
“Jembatan Padolo miring di bagian ujung sehingga jalan ditutup. Daerah di Pena To'i terendam banjir dan masyarakat melakukan evakuasi kembali. Di lweirato juga terendam banjir,” kata Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Jumat (Kota Bima Diterjang Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan 14 Hari).
Banjir yang berlangsung hari ini tidak sebesar pada Rabu 21 Desember 2016. Namun, sebagian masyarakat kembali mengungsi. Warga yang telah kembali ke rumahnya sibuk membersihkan sisa banjir, sebagian kembali mengungsi kembali karena khawatir banjir akan tinggi lagi.
“Masyarakat mengungsi ke sejumlah tempat, seperti Masjid Baitul Hamid dan Masjid Agung Kota Bima,” ujar Sutopo. #Kota Bima Diterjang Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan 14 Hari).
PLN telah memberitahukan kepada Kepala BPBD bahwa pasokan listrik ke Kota Bima untuk sementara dipadamkan karena banjir sudah mulai masuk ke Gardu Induk Bima. Untuk menjaga keamanan dan keselamatan maka listrik dipadamkan untuk sementara waktu pada pukul 12.00 Wita.
Penanganan darurat pascabanjir pada 21 Desember 2016 terus dilakukan dilakukan. Pagi tadi, telah dilakukan rapat koordinasi pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Banjir Kota Bima dan penetapan status keadaan darurat yang dipimpin Walikota Bima.
Masa tanggap darurat ditetapkan selama dua pekan dari 22 Desember 2016 hingga 4 Januari 2017. Ditetapkan Komandan Posko adalah Sekretaris Daerah Kota Bima dengan Wakil Komandan 1 adalah Kapolres Kota Bima dan Wakil Komandan 2 adalah Komandan Kodim Bima. Posko berada di Kantor Wali Kota Bima.
Pendataan masih terus dilakukan BPBD Kota Bima ada enam kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Empunda, Rasanae Timur, Asa Kota, Raba, Rasanae Barat, dan Rasanae. Wilayah di Kecamatan Empunda daerah yang terdampak meliputi Kelurahan Sadia, Pena To'i, Lewi Rato, Santi, Panggi dan Mande. Di Kelurahan Pena To'i Kecamatan Empunda terdapat 1.126 KK terdampak.#Kota Bima Diterjang Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan 14 Hari).
Data sementara dari BPBD Kota Bima dilaporkan terdapat 593 rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang, 16.226 rumah rusak ringan. Belum ada laporan korban jiwa meninggal. Kemarin telah ditemukan anak yang dilaporkan hilang sebelumnya dalam kondisi selamat.
Di Kecamatan Rasanae Timur terdapat 4 kelurahan terdampak yaitu Kelurahan Kodo, Kumbe, Lampe, dan Dodu. Di Kelurahan Dodu terdapat 29 KK terdampak, 17 rumah rusak berat, 12 rumah rusak ringan, masjid 1, SD 1, dan 294 hektar sawah rusak, dan 2 jembatan rusak berat.
Di Kecamatan Asa Kota meliputi Kelurahan Jatiwangi dan Melayu. Di Kecamatan Raba meliputi Kelurahan Rabangodu Selatan dan Kondo. Di Kecamatan Rasanae Barat meliputi Kelurahan Tanjung dan Dara.
Sementara itu, dampak banjir di Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima terdapat 5 rumah hanyut, 11 rumah rusak berat, 49 rumah rusak ringan. Di Desa Maria terdapat 3 rumah hanyut, 8 rumah rusak berat, dan 8 rusak ringan.
Bantuan terus dikirim ke Kota Bima. BNPB memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional posko dan personil. Tim Reaksi Cepat BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat, baik bantuan pendanaan, logistik, peralatan, manajerial dan tertib administrasi.
Gubernur NTB juga menyerahkan 1.100 dus mi instan, 1100 dus air mineral, 50 dus biskuit, 480 paket lauk-pauk, 480 lembar terpal, 480 buah matras dan 480 buah selimut serta 3 ton beras.
BPBD, BNPB, TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian PU Pera, SKPD, relawan dan masyarakat terus melakukan penanganan darurat di Kota Bima.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji, pakaian, selimut, air bersih, air mineral, tenda, matras, pelayanan medis dan obat-obatan, peralatan kebersihan seperti sapu, kain pel, sekop dan lainnya untuk membersihkan lumpur.
#Kota Bima Diterjang Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan 14 Hari).

Bollywood actors who have headed for a family vacation! View Pics


Bollywood celebs are making the most of this Christmas break, as many stars were spotted at the airport with their respective families. B-town stars like Akshay Kumar, Ajay Devgn and Shahid Kapoor decided to spend quality time with their families this Christmas.
Check out the pictures below.

Shahid Kapoor and Mira Rajput Kapoor with their daughter Misha
shahid-on-family-vacation-4
Shahid Kapoor with his daughter Misha
Aarav Kumar
Twinkle Khanna
Akshay Kumar with his daughter
Nysa Devgan
Kajol with her son
Ajay Devgn
Ajay Devgn with his mother

Blogger militant's death underlines the tragedy of Kashmir


Blogger militant's death underlines the tragedy of Kashmir
I am from the country known as land of peace."
"What is your name?" the question followed. "My name is humanity."
Now I asked, "Who were the people beating me?"
"Men in uniform," the man replied.
Again I asked, "Why were they beating me?"
"They were not beating you. They were just relaxing their muscles."
This dialogue is part of the last blog written by the Hizbul Mujahideen militant Basit Ahmad Dar, 22, who was killed by the security forces in the south Kashmir village of Hadigam this week.
The encounter was brief, lasting less than an hour. Dar had rejected the appeal for surrender. But his rudimentary military training ensured that he couldn't hold off the inevitable for long, unlike his counterparts from across the border. The security forces faced little difficulty neutralising him.
The encounter was brief, lasting less than an hour. Dar had rejected the appeal for surrender. But his rudimentary military training ensured that he couldn't hold off the inevitable for long, unlike his counterparts from across the border. The security forces faced little difficulty neutralising him. Soon afterwards, a photograph that went viral on social media showed his body sprawled on an open ground and encircled by the security forces. Half his head had been blown off even as the rest of the body and his Kalashnikov was intact.
Soon afterwards, a photograph that went viral on social media showed his body sprawled on an open ground and encircled by the security forces. Half his head had been blown off even as the rest of the body and his Kalashnikov was intact.
Dar had joined the militancy just three months ago, at the height of the current agitation. He was a B Tech student at the Islamic University of Science and Technology. He was also a blogger, and wrote short narrative pieces on the situation in Kashmir.
The last blog entry, posted on June 30, was titled 'Yes, This is Kashmir". Its content offers an insight not only into his thinking a month before he took up the gun but reflects in part the prevalent discourse among Kashmiri youth. It relates an incident of his alleged beating by the security personnel for failing to produce his identity card.
"Show me the identity card," he asked with eyes turning red with anger.
"I asked - for enjoying nature we need an identity card? What is the identity card? But there was no response. He then asked me to get up and began to beat me like I was a drum being beaten on someone's marriage."
Dar's tragic end symbolises the tragedy of today's Kashmir, especially of its youth. Here was another educated young man with myriad possibilities of a bright future ahead of him getting consumed by the lingering conflict over the state.
Dar's tragic end symbolises the tragedy of today's Kashmir, especially of its youth. Here was another educated young man with myriad possibilities of a bright future ahead of him getting consumed by the lingering conflict over the state.
Over the past month alone, ten Kashmiri youth have been killed in various encounters after the security forces resumed Cordon and Search Operations following the suppression of four months of a mass revolt. Two of the youth were charred to death after the house they were holed up in was burned to the ground.
In the first six months of this year, before the current unrest began in the wake of the killing of the popular Hizb commander Burhan Wani on 8 July, 84 militants, mostly local youth, died in gunfights with security personnel.
But it has hardly acted as a deterrent. According to the J&K police, 60-70 youth have gone missing since the current turmoil began, the highest such figure in such a short period since the early 90s. Most of them, if not all, are apprehended to have joined the militant ranks, a fact also borne out by the new militant videos on social media which have shown some new faces. At least 13 of the new militants are said to be from Baramulla, a district in north Kashmir that has seen little local militancy in recent years.
This has led to a conspicuous rise in the violence. As against 174 fatalities in 2015 - 113 militants, 41 security personnel, 20 civilians - J&K has seen 260 killings this year - 163 militants, 84 security personnel and 13 civilians.
The current spell of unrest has given a fillip to local militant recruitment, which is complemented by the infiltration of jihadis from across the border who generally carry out fidayeen attacks on the security forces camps. In the thick of the strife in July, slogans like "Take up the gun again" were shouted by the youth in rallies across Kashmir.
"The lingering conflict, the political uncertainty and the consequent hopelessness has become a toxic brew," says Naseer Ahmad, a local columnist. "There seems to be no way out. Far from subduing youth, the rising number of killings of the militants and recently of civilians during the unrest is only fanning further anger and inspiring more people to take up the gun."
Dar's blogs adumbrate this state of affairs, an acute perception among the youth of an injustice that is common to all. And in terms of this perception, even smaller incidents of the excesses by the security forces assume a much larger dimension. This dialogue from Dar's blog drives this point home.
"What is this place called as?"
"This is called the Paradise on Earth," the man replied.
"What? No, it can't be true." I began to ask everyone present in the room and everyone answered, "Yes this is Kashmir."

10 Hottest Girls On Instagram Every Guy Should Follow in 2017

Add some glamour on your Instagram. We made a list of Top 10 Instagram profile of hottest girls every guy should follow in this comming year 2017.
  1. Irina Shayk

Irina Shayk is an actor/model worked in a popular movie Hercules staring Dwayne Johnson aka The Rock.

2. Rocky Barnes

Rocky Barnes is a beach girl, born and raised in Southern California

3.Mara Teigen

She is a California based model.

4. Ashika Pratt

A New York based model, charming Instagram with her glamours pics

5. Michelle Lou Lan

Founder of Mesh Yoga and popular for her hot yoga pics on Instagram

6. Kelly Gale

Kelly Gale one of the Victoria Secret Model, I think that explains everything.

7. Candice Swanepoel

She’s too part of Victoria Secret Model. A profile that you can’t ignore.

8. Elena Fernandes

Half Indian, Half Peruvian Model and a fitness freak.

9. Kenza Zouiten

A Swedish Fashion Model, runs her own fashion blog.

10. Jen Selter

An American fitness model from New York city. In 2014 she ranked 82 on the list of Top 99 Desirable Women by Askmen

Feeling excited?
This will help you

Pemprov DKI Serahkan Bantuan Rp 250 Juta Bagi Korban Gempa Aceh


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dipimpin Sekda Provinsi DKI Jakarta Saefullah menyerahkan bantuan bagi korban gempa bumi Pidie Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jumat (23/12/2016).
Penyerahan bantuan didampingi Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto serta Kepala BAZIS DKI Djubaedi Adih.
Bantuan berupa uang senilai Rp 250 juta tersebut langsung diterima Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Lukfandi selaku Perwakilan Pemprov NAD.
Saefullah mengatakan, selain mewakili Pemprov DKI Jakarta, ia juga mewakili warga DKI Jakarta yang turut merasa prihatin atas kejadian tersebut.
Sementara itu, Kepala pelaksana BPBD DKI, Denny Wahyu Haryanto mengungkapkan bencana Aceh merupakan pelajaran untuk tetap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana.
“Setelah ini kami akan langsung bertolak ke lokasi di Pidie Jaya. Tentunya kami berharap kejadian ini dapat dijadikan bahan evaluasi dan pelajaran untuk kita semua agar waspada akan bencana,” katanya berdasarkan keterangan yang diterima wartawan.
Pemprov NAD yang diwakili Sekretaris Pelaksana BPBA Lukfandi mengungkapkan, bantuan yang diberikan Pemprov DKI merupakan bentuk perhatian serta dukungan moril bagi warga Aceh.
Dalam sambutannya, Lukfandi juga menyampaikan sejumlah perkembangan kondisi hari ke-19 pasca gempa yang terjadi 7 Desember 2016.
Total korban jiwa akibat bencana tersebut berjumlah 104 orang, diantaranya di Pidie Jaya 96 orang, Bireuen 2 orang, serta Pidie 5 orang.
Kemudian korban dengan luka yang mendapatkan perawatan di Kabupaten Pidie Jaya berjumlah 395 orang terdiri dari 268 korban luka berat, serta 127 korban luka ringan.
Sementara di Kabupaten Bieruen tercatat 2 orang.
Hingga saat ini, jumlah pasien yg masih dirawat di rumah sakit sebanyak 83 orang yang tersebar di 4 rumah sakit.
Data Kelompok rentan 17.114 orang terdiri dari ibu hamil 95 orang, ibu menyusui 312, balita 7.310, bayi 1.827, lansia 7.570 orang.
Pengungsi di Kabupaten Pidie Jaya berjumlah 85.256 orang, yang tersebar di 134 lokasi pengungsian.
Kabupaten Bireuen 1.716 jiwa, serta Kabupaten Pidie 4.295 jiwa.
"Kebutuhan mendesak saat ini tenda utk sekolah darurat dan infrastruktur RSUD Pidie Jaya dan Sarana Ibadah," kata Lukfandi.
Saat ini status tanggap darurat sudah berakhir dilanjutkan dengan status transisi darurat ke pemulihan selama 90 hari.
Berdasarkan informasi Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi gempa susulan pascagempa 6,4 SR pada 7 Desember 2016.
Hingga Kamis 22 Desember 2016 pukul 13.00 WIB, jumlah gempa susulan yang terjadi sebanyak 117 kali.

Ahok rela tak pulang kampung demi hadapi sidang


Calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan tidak mudik untuk merayakan Natal ke Belitung Timur tahun ini, karena harus menyiapkan diri menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama.
"Enggak ke Belitung kayaknya, (tanggal) 27 kan sidang. Aku mau ngabisin duren sama es krim aja di Jakarta," ujar Ahok di markas Slank, Jalan Potlot, Pasar Minggu.
Pada sidang kedua, Selasa (20/12) kemarin, Jaksa penuntut umum menyanggah eksepsi yang dibacakan Ahok bahwa dirinya tidak memiliki niat menista agama dalam ucapannya.
Koordinator jaksa penuntut umum Ali Mukartono menilai, ada tidaknya niat dari satu perbuatan, tidaklah cukup hanya didasarkan pada pernyataan atau statement Ahok.
"Bahwa dia tidak punya niat atau menodai agama. Tapi harus dilihat dari rangkaian hubungan, dari berbagai rangkaian peristiwa yang melatar belakangi maupun tujuan dari perbuatan itu dilakukan oleh terdakwa," kata Ali.
Sebab, kata Ali, apa yang dimaksudnya sudah tertuang dalam dakwaan.
"Walaupun kunjungan kerja tidak ada hubunganya dengan pelaksanaan Pilgub DKI Jakarta, akan tetapi oleh karena terdakwa terdaftar sebagai salah satu calon gubernur, maka ketika terdakwa berikan sambutan sengaja memberikan kalimat yang berkaitan agenda pemilihan gubernur DKI dengan mengaitkan Surat Al-Maidah ayat 51,"

Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja


Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pasrah lokasi sidang penistaan agama dipindah dari gedung PN Jakarta Pusat ke auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Ya saya nurut saja, sudah terdakwa kok mau ngapain? Emang boleh enggak datang? Enggak juga kan?," ungkap Ahok sata dikonfirmasi di Rumah Lembang, Menteng, hari ini.
Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI tentang pemindahan lokasi sidang lanjutan dugaan kasus penistaan agama. Kepala Biro hukum dam Humas MA, Ridwan Mansur mengatakan, usulan pemindahan itu telah disahkan lewat SK no.22/KMA/SK/2016.
Namun, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan tetap akan membatasi pengunjung sidang kasus penistaan agama, paling banyak 100 sampai 120 orang.

Jumat, 23 Desember 2016

Bapak Sutisna Mendapat Penghargaan Naik Haji Gratis dari Kedutaan Arab Saudi

Aiptu Sutisna, anggota polisi lalu lintas Polda Metro Jaya, diberi penghargaan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi. Penghargaan itu berbentuk piagam dan hadiah naik haji gratis.
Sutisna merupakan anggota polantas yang dicakar dan dimaki oleh pegawai Mahkamah Agung, Dora Natalia Singarimbun, saat bertugas di Jatinegara Barat, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
"Saya diberikan penghargaan berupa piagam dan ibadah haji gratis dari Duta Besar Arab Saudi. Jadi, beliau memberikannya secara langsung kepada saya di kantornya sore tadi," ujar Sutisna ketika dihubungi, Rabu (21/12/2016).
Menurut Sutisna, dia diberi hadiah tersebut karena kesabarannya saat diserang oleh Dora. Selain itu, dia juga dinilai berlapang dada memaafkan perbuatan Dora.
Sutisna menambahkan, rencananya dia menunaikan ibadah haji pada tahun 2017. Semua biaya akan ditanggung oleh Pemerintah Arab Saudi.
"Saya belum kabarkan pimpinan karena saya juga baru mendapatkannya. Baru saya share saja di grup patwal saya," kata Sutisna.
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Direktur lalu lintas Polda Metro Jaya Kombes Ermayudi mengaku belum mengetahui kabar gembira tersebut.
Jika hal itu benar, ia pasti mengizinkan Sutisna untuk menunaikan ibadah haji. "Saya tentu bersyukur ya. Alhamdulillah karena memang beliau ini bisa bersabar menghadapi masyarakat," ucap dia.
Ermayudi berharap, kesabaran Sutisna dapat dicontoh anggotanya yang lain.
"Diharapkan kejadian ini membuat kita semua bertindak profesional di lapangan, melakukan tugas dengan baik sehingga masyarakat pun bisa merasa terlayani," kata Ermayudi.
Adapun Dora diduga terlibat penyerangan terhadap Aiptu Sutisna, petugas dari Ditlantas Polda Metro Jaya di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, beberapa hari lalu.
Dora mendadak marah terhadap Sutisna yang sedang bertugas di jalan tersebut. Dari video yang beredar, Dora telihat menyerang petugas dan mengeluarkan kata-kata kasar.
Atas kejadian itu, Aiptu Sutisna melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Timur.
Dora terancam dijerat Pasal 212 KUHP tentang Perbuatan Melawan Aparat Hukum dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan penjara.

Operasi Lilin 2016, Polri Siapkan 150 Ribu Personil Pengaman


Kepala Kepolisian RI Jendral Tito Karnavian mengatakan sudah menyiapkan sekitar 150 ribu personil yang dilibatkan dalam Operasi Lilin 2016.
Pengerahan personil itu dimaksudkan guna melakukan pengamanan jelang perayaan hari Natal dan tahun baru 2017 mendatang.
"Di antaranya dari Polri sebanyak 80 ribu personil, TNI 15 ribu personil, ditambah dari Satpol PP, ada juga dari kalangan di masyarakat, termasuk Banser yang akan ikut mengamankan gereja," ujar Tito kepada wartawan.
Pernyataan tersebut disaampaik Tito usai menjadi pembicara dalam acara kuliah umum bertema 'Kebijakan Polri dalam menjaga keutuhan, kerukunan dan toleransi di Indonesia' Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Padjadjaran, di Bale Sawala, Jatinangor, Sumedang, Kamis, 22 September 2016.
Menurut Tito, status keamanan hingga H-3 jelang perayaan hari Natal dinyatakan aman. Dia mengapresiasi tugas Detasemen Khusus Antiteror 88, yang berhasil melumpuhkan beberapa jaringan teroris di beberapa daerah yang diduga akan melancarkan aksi teror pada momen hari Natal dan tahun baru 2017.
"Operasi Lilin 2016 yang dimulai tanggal 23 (Desember 2016) sampai dengan tanggal 2 Januari (2017) ini target utamanya adalah mengamankan perayaan Natal dan tahun baru kita akan amankan dari potensi gangguan terutama terorisme," katanya.
Menurut dia, pihak Kepolisian tidak akan libur dari tugasnya dalam melakukan pengamanan jelang hari raya Natal 2016 dan tahun baru 2017.
"Kita semua kan bekerja keras untuk mengamankan negara ini melindungi masyarakat agar nyaman melaksanakan ibadah Natal dan sekaligus juga bergembira dalam rangka tahun baru. Saya kira tidak usah khawatir, ini keseriusan kita dalam melindungi masyarakat," ujarnya.
"Kita akan terus bekerja, pokoknya siapa pun juga yang akan terkait dengan jaringan teroris yang sudah kita amankan kita akan kembangkan terus. Kita tidak akan berhenti, liburan ini bukan liburan buat kami,"